Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 September 2012

Judulnya Mupeng



Mau tau mupeng itu apa? Mupeng itu perasaan ngiler terhadap sesuatu yang mungkin dalam waktu dekat belom dan gak bisa kita milikin. Mupeng itu bisa terjadi kapan aja, dimana aja dan gara-gara apa aja. Ya, gw lagi mupeng berat nih. Kali ini kemupengan gw berawal dari nonton tv. Tadi pagi gw nonton infotainment ada ayu dewi sama suaminya, lucu banget deh mereka gw langsung kebayang gw sama aa gara2 suaminya ayu kagak romantic persis kayak aa, dan gw nya yang ngomong blak blakan, cute, lucu dan manis kayak ayu. Banyak yang jleb sama kayak yang gw alamin gitu deh dari wawancara mereka. Ya cukup membuat iri seketika sih, apalagi si ayu lagi hamil, gw langsung elus2 perut gw yang bervolume sama kayakbuah melon ini dengan mata berkaca-kaca mengharap hamil juga. OMG ini gw akuin gw lebay banget, tapi seriously itu yang terjadi.
Pas malem berlanjut lagi. Tumben2an nih tv gw ga trans tv….malah nonton sctv nih. Acara ultah sctv, isinya boyband girlband yang pada lipsinc dan band melayu2 gitu. Gara2 adek gw si mega nonton terpaksa gw gak ganti chanel soalnya gw sendiri juga lagi sibuk ngegayain jilbab buat baju baru hehe. Abis mainan jilbab dan baju baru, gw ikut rebahan depan tv ada si narji ngomong gw ga meratiin dia ngomong apa, yang gw dengar ada kata2 perjalanan menemukan cinta, waaahhh…gw selalu exciting dengan kata2 itu! Jadi maksudnya tentang host inbox yang ngelamar2 calon istri mereka gituh. Andika ngelamar usy, gading ngelamar gisell. Ih lucu deh entah itu cuplikan atau memang film super pendek cerita gimana andika dulu ngelamar usy. Awwww sooooo *ambil nafas, atur emosi* gimana yah gitu. Meleleh sayah dibuatnya. Its so romantic, I guess! Dimulai ada andika lagi nyiapin barang2 buat nembak(ngelamar maksudnya). Terus cuplikan di bandara, trus adegan main kucing2an dipantai. Usy nyari2in andika dan anak2nya…tiba2 jeng jeng…anak2nya megang tulisan yang disusun jadi kata will you marry me. Usy nya celingak celinguk kanan kiri trus andika nongol dari belakangnya. Ini mah fix buatan lah ya….duh kalo kenyataan gimana rasanya yah? *mulai ngayal*
Kemudian gara2 liat adegan itu jadilah gw mikir, wah dilamar..sekali seumur hidup loh. (PS: bagi yang niat nikah sekali seumur hidup, dilamar pun sekali seumur hidup, okey). Wah wah wah…boleh dong pesen 1 lamaran yg kayak gitu. DOhhh pengen yang romantis kayak di film2 ntu tuh. *pasang muka ngarep*
Lalu kembali mikir, gimana kalo…tau sendiri gw punya calon kagak romantic. *mendadak lesu*. Yaaaa walaupun calon kita gak romantisss, aduh plis jangan konvensional dong. Ini jaman modern, terlebih gw pecinta film lope2an penuh kejutan dan kasih sayang.. (hasek) . trus juga udah bayak banget video lamaran dari luar negri yang gw liat baik di on the spot atau you tube. Pengen kayak gitu jugaaak ah plissssssss. Hehe *maksa*
Gw selalu menghindari topic ini kalo ngobrol sama aa. Masalahnya sifat gw yang meluap2 kayak gini bisa berabe bagai orang sakit yang obatnya cuma harus segera dilamar nih. Wakakak, ada gituh penyakit yang obatnya mesti dilamar. Haha.. gw sih selalu ngasih pelajaran ke otak gw supaya hal kayak ginian jangan diomongin, biar terserah dia aja mau kapan kek yang penting gw gak tau, karna gw pengen ngerasain itu yang namanya kagetnya diminta nikah. Ah! Sigh! Tapi mungkin gak sih nanti suatu saat gw juga bakal merassssakan perasaan terkaget-kaget campur berbunga-bunga kayak gitu juga. Jaman sekarang kan mau nikah ngobrol dulu, mau ngapa-ngapain diskusi dulu. Kebanyakan nonton film nih gw jadi se-la-lu berekspektasi tinggi pada sesuatu. Duh mulai ngayal deh. Mending di stop deh bahas ginian, mupeng berat nih sodara-sodara. Harus segera distop bok, kalo gak kasian si gw nya kelamaaaan ngayal masalahnya belom tau juga kapan diproposalinnya sih. Huhuhuhu…berawal dari mupeng kemudian bete. Kalo gitu sekian laporan dari kemupengan gw. Hahahah *nangis sepanjang hari kalo inget ini* <--- Cuma ngelawak.

Selasa, 13 Maret 2012


Cinta yang hakiki, cinta yang utama.  Jangan Pernah Berhenti Mencintai-Nya

Selasa, 20 Desember 2011

♥

  "My day isn't complete without hearing your voice or getting a text from you"

Senin, 19 Desember 2011

Words I Need To Hear

"You are mine forever." The most selfish line, but the sweetest words we want to hear from the one we love

"Sebelum Bercerai, Boponglah Aku"


Sebuah kisah yang indah, melarutkan hati di dalam keharuan hanya dengan membacanya.
Kisah yang menggambarkan ketulusan seorang istri yang cukup dibayar hanya dengan "bopongan" dari suaminya sebagai imbalan dari belasan tahun kehidupan rumah tangga yang sudah diperjuangkan oleh mereka berdua sebelum akhirnya rumah tangga mereka dipisahkan oleh pihak ketiga...

Worth to be read...

 

Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu.
Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami.
Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia.
Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.

Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yang bersamaan.
. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka-sangka.

Nina hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yang cerah. Aku berdiri di balkon dengan Nina yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang kubelikan untuknya.
Nina berkata , “Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis”
Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, “Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis”.
Berpikir tentang ini, aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Nina dan berkata, “Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor”.
Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya, ia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV.
Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Nina. Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, “Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau lakukan? “
Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.
Ketika istriku mengunjungi kantorku, Nina baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Ia kelihatan sedikit kecurigaan.
Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.
Sekali lagi, Nina berkata padaku, ” He , ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama”.
Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi.

Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,
“Ada sesuatu yang harus kukatakan”
Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir.
“Aku ingin bercerai”, ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.
Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata- kataku, tapi ia bertanya secara lembut, “kenapa?, Aku serius”.
Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku, “Kamu bukan laki-laki!”. Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Nina.

Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan.
Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya.
Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.

Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.
Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya. Ia tidak menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.
Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.
Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya, ” Apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari Pernikahan kita?”
Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. “Kamu membopongku dilenganmu”, katanya,
“Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu.”
Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.

Aku memberitahukan Nina soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. “Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini”, ia mencemooh. Kata-katanya membuatku merasa tidak enak.
Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami, “Wah, papa membopong mama, mesra sekali”
Kata-katanya membuatku merasa sakit..
Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut, “Mari kitamulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita”. Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi kekantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, “Kebun diluar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat sana”.

Hari keempat, ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.
Bayangan Nina menjadi samar.

Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat.
Aku tidak memberitahu Nina tentang ini.

Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, “Kelihatann ya tidaklah sulit membopongmu sekarang”
Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yang cocok. Lalu ia melihat, “Semua pakaianku kebesaran”.
Aku tersenyum. Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit. Tanpa sadar ku sentuh kepalanya.

Anak kami masuk pada saat tersebut. “Pa,sudah waktunya membopong mama keluar”
Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.

Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, “Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua”.
Aku memeluknya dengan kuat dan berkata, “Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra”.
Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah.
Aku menaiki tangga.
Nina membuka pintu. Aku berkata padanya, ” Maaf  Nin, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius”.
Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. “Kamu tidak demam”. Kutepiskan tanganya dari dahiku “Maaf, Nina, Aku Cuma bisa bilang maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu”
Nina tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.
Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan?
Aku tersenyum, dan menulis  :
“Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua…”


I love it

"I love it, stare at your face when u says i love u till I say it back"

Minggu, 18 Desember 2011

Dampingi Aku Selamanya

Disebuah rumah sederhana yang asri tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja.
Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.

Sang suami merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.

Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah mereka menolak ketika putra-putri mereka menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.

Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu menghabiskan waktu mereka yang tersisa dirumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa dalam keluarga itu.


Suatu senja ba’da Isya disebuah mesjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang tadi dikenakannya kemesjid tadi.


Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri

“Kenapa Bu?”

Istrinya menoleh sambil menjawab “Sandal Ibu tidak ketemu Pa”.


“Ya udah pakai ini saja” kata suaminya sambil menyodorkan sandal yang dipakainya. walau agak ragu sang istri tetap memakai sandal itu dengan berat hati.



Luluh

By: Maliq n d'essentials 


Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya

Katakan berapa dalam kau ingin aku masuk di kehidupanmu
Oo.. katakan berapa jauh kau ingin aku ada di hari-harimu
Bagaimana pantasnya.. bagaimana..

Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

Tak pernah semudah itu aku mengerti apa yang kita jalani
Meski akhirnya semudah itu hatiku luluh kembali ke pelukanmu
Bagaimana pantasnya.. bagaimana..

Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

Apalah yang diharapkan, bila tak ada tujuan
Mungkin hanya kesenangan, yang membuat kita terus bertahan

Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

Oo.. haruskah aku pergi
Salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
Oo.. setiap kau tersenyum
Membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

Come In With The Rain

By: Taylor Swift



I could go back to every laugh,
But I don't wanna go there anymore,
And I know all the steps up to your door,
But I don't wanna go there anymore.

Talk to the wind, talk to the sky,
Talk to the man with the reasons why,
And let me know what you find.

I’ll leave my window open,
‘Cause I’m too tired at night to call your name.
Just know I’m right here hopin’,
That you’ll come in with the rain.

I could stand up and sing you a song,
But I don’t wanna have to go that far.
And I, I’ve got you down,
I know you by heart,
And you don’t even know where I start.

Talk to yourself, talk to the tears,
Talk to the man who put you here,
And don’t wait for the sky to clear.

I’ll leave my window open,
‘Cause I’m too tired at night to call your name.
Oh, just know I’m right here hopin’,
That you’ll come in with the rain.

I’ve watched you so long,
Screamed your name,
I don’t know what else I can say.

But I’ll leave my window open,
‘Cause I’m too tired at night for all these games.
Just know I’m right here hopin’,
That you’ll come in with the rain.

I could go back to every laugh,
But I don’t wanna go there anymore.

Already Gone

By: Kelly Clarkson


Remember all the things we wanted
Now all our memories they're haunted
We were always meant to say goodbye

Even with our fists held high
It never would've worked out right
We were never meant for do or die

I didn't want us to burn out
I didn't come here to hold you, now I can't stop

I want you to know that it doesn't matter
Where we take this road someone's gotta go
And I want you to know you couldn't have loved me better
But I want you to move on so I'm already gone

Looking at you makes it harder
But I know that you'll find another
That doesn't always make you want to cry

Started with a perfect kiss then we could feel the poison set in
Perfect couldn't keep this love alive
You know that I love you so, I love you enough to let you go

I want you to know that it doesn't matter
Where we take this road someone's gotta go
And I want you to know you couldn't have loved me better
But I want you to move on so I'm already gone

I'm already gone, already gone
You can't make it feel right when you know that it's wrong
I'm already gone, already gone
There's no moving on so I'm already gone

Already gone, already gone, already gone
Already gone, already gone, already gone, yeah

Remember all the things we wanted
Now all our memories they're haunted
We were always meant to say goodbye

I want you to know that it doesn't matter
Where we take this road someone's gotta go
And I want you to know you couldn't have loved me better
But I want you to move on so I'm already gone

I'm already gone, already gone
You can't make it feel right when you know that it's wrong
I'm already gone, already gone
There's no moving on so I'm already gone

Sempurna

Aku selalu bersyukur atas hidupku yang sempurna. Ya, sempurna.
Aku dikelilingi oleh orang2 yang istimewa, berada di tempat yang istimewa…
Aku tak akan menyesal, aku tak akan memilih, sebab hidupku telah sempurna. kata sempurna itu timbul dari hati yang ikhlas menerima apa adanya.

Ku dibesarkan oleh kasih sayang…
Ku didik dengan kesabaran…
Ku dibentuk dari ketegaran…

Begitu banyak cinta untukku sehingga ku tak pernah merasa kekurangan. Bukan seberapa banyak yang mengasihiku tapi seberapa besar kasih itu terlimpah untukku.

Duka itu ada, sedih itu nyata. Tapi aku tak pernah kecewa sebab aku berada diantara makhluk indah yang begitu indah yang selalu memberiku keindahan dan mengubah duka, kecewa, kesedihan, air mata dan kegagalan menjadi sebuah keindahan.

Mereka yang mengangkatku tanpa menyentuhku, menasehatiku tanpa berkata, menghiburku tanpa bertanya, dan memberiku tanpa ku pinta. Mereka yang memberiku bara api agar ku mengerti sejuknya air, mereka yang membuatku berair mata agar ku tahu damainya senyuman, mereka yang mematahkan sayapku agar ku mampu terbang dengan sayap yang baru.

Aku sempat bertanya, apakah aku berada ditempat yang terbaik untukku? sebab aku tak paham mengapa aku hadir diantara mereka? hingga ku temukan jawabnya. Agar aku menjadi diriku dengan takdir dan jalan hidup yang digariskan oleh-Nya. Aku bersyukur ditempatkan diantara orang2 yang istimewa, di tempat yang istimewa….

c-i-n-t-a


Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang saling mencintai, menyebutnya takdir.
Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kita kesusahan untuk menguji.
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.


Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil satu keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan iri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat.


Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, kota Roma tidak dibangun dalam sehari.
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan.
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal, iman, keberanian, dan pengharapan penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya, Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

Jumat, 16 Desember 2011

aku-diamku-pikiranku

Kadangkala mungkin tergambar di benak fikiranmu, bahwa engkau telah salah ketika memilih diriku menjadi pasanganmu. Kadang kala pikiran ini mengganggu dalam pergaulan sehari-harimu denganku. terkadang ku takut perasaan cintamu berubah menjadi benci, limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun berubah menjadi ketegangan.

Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, tak jarang aku kau abaikan. Waktu2 di rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu. Bukankah engkau tau aku pun butuh perhatian darimu. Terkadang ku cari perhatian itu, namun terlihat salah dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga engkau bisa melihat kebaikanku yang lain.

Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tau bahwa hanyalah Allah yang Maha Sempurna. Tidaklah sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu-->Aku, sedangkan engkau sendiri tak pernah sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahanmu. Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu.

Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku.


Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Karena nantinya aku akan jadi madrasah ilmu pertama buat putra-putriku. Semoga engkau selalu mendampingiku, sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai Rabb-ku.

seuntai doa dari tulang rusuk yang hilang...

Ya Rabb…
Aku tahu Engkau senantiasa memberi yang terbaik untuku
Luka, sedih dan keraguan yang aku rasakan saat ini pastilah ada hikmahnya
Semua ini mengajarkan aku untuk hidup makin dekat denganMu,
Untuk peka terhadap suaraMu yang membimbingku tuk menuju terangMu
Ya Allah….Jika aku bukan tulang rusuknya yang hilang..
Jangan biarkan aku merindukannya..
Jangan biarkan aku melabuhkan hatiku dihatinya..
Kikiskan Pesonanya dari pelupuk mata ini…
Jauhkan ia agar berjarak dengan relung hati
Ya Rabb….
Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam dalam dada ini
Dengan rindu dan cinta padaMu yang tulus dan suci
Tapi….jika ia memang pemilik tulang rusuk ini, maka satukanlah kami
Agar kami dapat saling melengkapi dan memberi arti..

tidak-ada-kecuali

jauh sebelum kau meminta sesuatu padaku, aku akan melakukannya demimu.
maapkan bila ku selalu ingin dimengerti tanpa pernah coba memahami.
aku hanya inginkan SATU cinta saja.
bisakah kau diam hanya dihatiku saat ku berikan cinta beri aku SATU janji hanya aku dihatimu.
ku cari hatiku yang hilang, kupersembahkan untukmu, beri aku SATU janji tak ada yg lain dihatimu..

...

Bila cinta kan menyakitkan, memilikimu takkan ku mencintai..
Dan bila semua kan mengakhiri rasaku padamu, andaiku mampu..

...


Kita ini sudah terlalu banyak membuang-buang waktu dan menyia-nyiakan banyak hal.
Tdk! ini semua psti ada maknanya.
kali ini aku takkan melepaskan tanganmu.
Kecuali kau....



Tidak ada kecuali.

Only If You Knew


Only if you knew I've changed so much just to be the best for you.
Only if you knew all the crazy things I'd do for you.
Only if you knew how I am extremely jealous and please do not hook me to be angry

Only if you knew I can cry, complain, and make a big fool of myself.
Only if you knew it’s not that I’m trying to get your attention, I just need to know you care.

Only if you knew I hate it when you're not around, and the fact that you didn't call.
Only if you knew I hate it when you make me cry.
Only if you knew I hate it when I'm going through a bad time, and you make it pretty worst.

Only if you knew how hurts it started, how confusing it began.
Only if you knew how much one little thing can hurt me.
Only if you knew maybe I'm the girl that don't realize what I'm worth,
Only if you knew that you don't realize what you have.
Only if you knew how much I love you so
Only if you knew how hard I stand loved you for such little respect or some worth giving for.
Only if you knew how you meant more to me then than I think you ever knew.