Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 November 2012

Postingan Pra-Ultah


Sekarang gw lagi di kostan etek Eni. Kayaknyaaaa sih, kalo ga main fesbuk gw rasa etek juga bakal lupa tuh my day ini. Hmm diam2 aja deh. Eh gatau nya dia inget. Setelah ritual di-cie-in dan menyengir2, kena ceramah deh gw soal keterampilan gw yang sangat hebat dalam tidak mengontrol emosi. Yayayaya. *pasang muka tertunduk menyesal plus manggut2 mode*. Malam ini gw abis dibawa makan ke restoran seafood dan ditutup dengan es krim. Sekarang etek lagi tidur, dan here I am didepan lappie.

Tadi pagi gw nganter etek check up ke Rumah Sakit. Perginya naik bajaj kancil. Ya Alhamdulillah, ngeliat pemandangan di RS tadi gw makin bersyukur atas nikmat sehat yang gw punya ini. Bahkan gw start crying tadi, lalu seperti biasa pulak-pulak nguap deyh. Cemen banget gw, dimana2 gampang nangis. Huhuhu

Gw jadi inget udah beberapa tahun ini tiap ultah gw selalu pasti baca cerpen tentang kado yang emang udah at first read langsung gw save di komputer. Gw sih udah hapal ceritanya tapi ya gitu, tiap ultah ini akan sangat tepat momentnya. Emang sengaja, cari2 cara aja biar nangis. Dan gw sukses naaaaaaaaangis tersedu2 berkelanjutan, karna abis baca gw akan membandingkan dengan diri gw. Dicerpen itu feel yang terbentuk benar2 ngena dan sama seperti yang pernah gw rasain. Tapi endingnya gw juga seperti wanita di cerpen itu. (karna Kado terindah itu yang Insya Allah juga sudah gw dapatkan. Amin) Gw suka banget sama cerpen ini. Gw share disini deh ya biar pada bisa baca juga yaah..biar ga cuma gw aja yang kebuka pikiran dan hatinya dalam memaknai ulang tahun. Cekidot

♡...Kuntum Cintanya…♡
“De’… de’… Selamat Ulang Tahun…” bisik seraut wajah tampan tepat di hadapanku. “Hmm…” aku yang sedang lelap hanya memicingkan mata dan tidur kembali setelah menunggu sekian detik tak ada kata-kata lain yang terlontar dari bibir suamiku dan tak ada sodoran kado di hadapanku.

Shubuh ini usiaku dua puluh empat tahun. Ulang tahun pertama sejak pernikahan kami lima bulan yang lalu. Nothing special. Sejak bangun aku cuma diam, kecewa. Tak ada kado, tak ada black forest mini, tak ada setangkai mawar seperti mimpiku semalam. Malas aku beranjak ke kamar mandi. Shalat Subuh kami berdua seperti biasa. Setelah itu kuraih lengan suamiku, dan selalu ia mengecup kening, pipi, terakhir bibirku. Setelah itu diam. Tiba-tiba hari ini aku merasa bukan apa-apa, padahal ini hari istimewaku. Orang yang aku harapkan akan memperlakukanku seperti putri hari ini cuma memandangku.


Alat shalat kubereskan dan aku kembali berbaring di kasur tanpa dipanku. Memejamkan mata, menghibur diri, dan mengucapkan. “Happy Birthday to Me… Happy Birthday to Me….” Bisik hatiku perih. Tiba-tiba aku terisak. Entah mengapa. Aku sedih di hari ulang tahunku. Kini aku sudah menikah. Terbayang bahwa diriku pantas mendapatkan lebih dari ini. Aku berhak punya suami yang mapan, yang bisa mengantarku ke mana-mana dengan kendaraan. Bisa membelikan blackforest, bisa membelikan aku gamis saat aku hamil begini, bisa mengajakku menginap di sebuah resor di malam dan hari ulang tahunku. Bukannya aku yang harus sering keluar uang untuk segala kebutuhan sehari-hari, karena memang penghasilanku lebih besar. Sampai kapan aku mesti bersabar, sementara itu bukanlah kewajibanku.


“De… Ade kenapa?” tanya suamiku dengan nada bingung dan khawatir.


Aku menggeleng dengan mata terpejam. Lalu membuka mata. Matanya tepat menancap di mataku. Di tangannya tergenggam sebuah bungkusan warna merah jambu. Ada tatapan rasa bersalah dan malu di matanya. Sementara bungkusan itu enggan disodorkannya kepadaku.


“Selamat ulang tahun ya De’…” bisiknya lirih. “Sebenernya aku mau bangunin kamu semalam, dan ngasih kado ini… tapi kamu capek banget ya?” Ucapnya takut-takut.


Aku mencoba tersenyum. Dia menyodorkan bungkusan manis merah jambu itu. Dari mana dia belajar membukus kado seperti ini? Batinku sedikit terhibur. Aku buka perlahan bungkusnya sambil menatap lekat matanya. Ada air yang menggenang.


“Maaf ya de, aku cuma bisa ngasih ini. Nnnng… Nggak bagus ya de?” ucapnya terbata. Matanya dihujamkan ke lantai.


Kubuka secarik kartu kecil putih manis dengan bunga pink dan ungu warna favoritku. Sebuah tas selempang abu-abu bergambar Mickey mengajakku tersenyum. Segala kesahku akan sedikitnya nafkah yang diberikannya menguap entah ke mana. Tiba-tiba aku malu, betapa tak bersyukurnya aku.


“Jelek ya de’? Maaf ya de’… aku nggak bisa ngasih apa-apa…. Aku belum bisa nafkahin kamu sepenuhnya. Maafin aku ya de’…” desahnya.


Aku tahu dia harus rela mengirit jatah makan siangnya untuk tas ini. Kupeluk dia dan tangisku meledak di pelukannya. Aku rasakan tetesan air matanya juga membasahi pundakku. Kuhadapkan wajahnya di hadapanku. Masih dalam tunduk, air matanya mengalir. Rabbi… mengapa sepicik itu pikiranku? Yang menilai sesuatu dari materi? Sementara besarnya karuniamu masih aku pertanyakan.


“A’ lihat aku…” pintaku padanya. Ia menatapku lekat. Aku melihat telaga bening di matanya. Sejuk dan menenteramkan. Aku tahu ia begitu menyayangi aku, tapi keterbatasan dirinya menyeret dayanya untuk membahagiakan aku. Tercekat aku menatap pancaran kasih dan ketulusan itu. “Tahu nggak… kamu ngasih aku banyaaaak banget,” bisikku di antara isakan. “Kamu ngasih aku seorang suami yang sayang sama istrinya, yang perhatian. Kamu ngasih aku kesempatan untuk meraih surga-Nya. Kamu ngasih aku dede’,” senyumku sambil mengelus perutku. “Kamu ngasih aku sebuah keluarga yang sayang sama aku, kamu ngasih aku mama….” bisikku dalam cekat.


Terbayang wajah mama mertuaku yang perhatiannya setengah mati padaku, melebihi keluargaku sendiri. “Kamu yang selalu nelfon aku setiap jam istirahat, yang lain mana ada suaminya yang selalu telepon setiap siang,” isakku diselingi tawa. Ia tertawa kemudian tangisnya semakin kencang di pelukanku.


Rabbana… mungkin Engkau belum memberikan kami karunia yang nampak dilihat mata, tapi rasa ini, dan rasa-rasa yang pernah aku alami bersama suamiku tak dapat aku samakan dengan mimpi-mimpiku akan sebuah rumah pribadi, kendaraan pribadi, jabatan suami yang oke, fasilitas-fasilitas. Harta yang hanya terasa dalam hitungan waktu dunia. Mengapa aku masih bertanya. Mengapa keberadaan dia di sisiku masih aku nafikan nilainya. Akan aku nilai apa ketulusannya atas apa saja yang ia berikan untukku? Hanya dengan keluhan? Teringat lagi puisi pemberiannya saat kami baru menikah…Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
  ♡♡♡

Gimana??? Udah nangis?? Udah dapet hikmah?

About November

Setiap memasuki bulan september, yang pertama kepikiran di otak gw adalah ulang tahun orang2 tersayang gw yang bederet2 letaknya. Ultah Aa (17-09), ultah Mega (20-09), ultah gw (8-11) dan ultah Mama (14-11). Kalo dah masuk november mulai tanggal 1, entah kenapa gw reflek meng-countdown sampe tanggal 8. Padahal ga ada yang gw tunggu juga sih. Ga ada yg gw harapkan juga. Gw pengennya lupaaa aja pliss. Gw ga menganggap hari ulang tahun itu hari special untuk gw.  Sama aja kayak hari2 yang lain. I think birthday won't be different than any other day. Sama seperti tahun2 kemaren, ultah gw bakal biasa aja. Bukan bermaksud hopeless atau mendahului Tuhan, but I know it. :) Di hari H dan hari setelahnya pun gada yg signifikan berbeda. Feel-nya pun sama. Biasa aja. Muka gw tetep begini (mirip Marshanda) ga tau2 berubah jadi kayak Dian Sastro, berat badan gw tetep begini ga tau2 perut gw singset kayak orang rajin nge-gym, rutinitas gw tetep begini, dan besok pun blablabla semua tetep begini.Kecuali satu : Usia yang nambah tua.

Iyaaaaa..besok Insya Allah kalo diijinkan sama Yang Maha Kuasa gw akan ulang tahun yang ke 23. (Serem banget ya bahasa gw, kayak pesakitan yang ga punya semangat hidup). Oh no no no, I hard to believe. Udah banyak juga ya umur gw. Udah 23tahun gw hidup di dunia + 9 bulan hidup di perut mama. Huhuhu.

Dulu, duluuuu gw pernah iri sama orang-orang yang ultahnya dirayain sama temen-temenya. Dikasih surprise dan banyak kado, kesannya dia adalah orang yang penting banget dalam hidup mereka. Terus pergi makan rame2, karokean, pokonya merayakan dengan sukacita 'the day' itu deh. Tapi sekarang, Alhamdulillah yah gw -sekarang- bukan orang yang high expectation about birthday. Ini sesuatu loh! Gw lama kelamaan terbiasa dengan hidup gw yang sederhana, yang sedikit orang doang yang peduli sama gw, yang sedikit orang doang yang inget sama gw. Gw mencoba membiasakan itu semua setiap tahunnya. Bagi gw Ulang tahun adalah moment buat gw introspeksi dan banyak2 bersyukur kepada Allah SWT. Iya, kalo setiap malam gw jarang -dan malas- introspeksi diri sebelum tidur, gw jamin malem ini gw bakal susah tidur dan mikirin setahun kebelakang apa aja yang udah gw buat. Apakah gw udah menjadi orang yang lebih baik dari tahun kemaren atau makin banyak dosa yang gw kumpulin.Ya, malam ini adalah the right time buat gw untuk khusus introspeksi dan banyak2 bersyukur kepada Allah SWT. Ah tapi sighhhhh, tahun lalu sama tahun ini gw ultah dalam keadaan dapet. Hari ini tinggal vlek aja sih. *cek kolor* gw mandi wajib dulu deh. Sudah rindu ingin snuggling2 bersama Tuhan. hehe :)

I'll be back.

Selasa, 06 November 2012

Heart-Breaking

Gw sadar sebagai kakak, kadang gw terlalu galak dalam mendidik. Gw mau
ngajarin yang baik2 tapi jarang dengan cara yang baik. :((

Setiap pagi adik2 gw rempong bin heboh sampe berantem dua2nya. Mama
pusing dengernya. Lalu gw muncul bukannya melerai, malah bikin
kehebohan tambah dahsyat dengan marahin dua2nya. Dan..Pagi ini gw
menyesalkan (lagi) perbuatan gw yang sudah sangat keras kepada adek
gw, fauzi. :(

Adeeeeeeeek..
Maafin kakak ya dek -mega dan fauzi-, bahkan sekeras itu perlakuan
kakak, tapi adek ga sama sekali marah sama kakak. (˘̩^˘̩̩̩ƪ)
(˘̩^˘̩̩̩ƪ) Tetap cium tangan dan pipi kakak waktu berangkat sekolah.
(˘̩̩̩__˘̩̩̩) Suara adek waktu ngucap salam tadi selalu imut seperti
biasanya. (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩____-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
Iya, suara adek memang lebih sering ganggu tapi kakak juga selalu
kangenin kalo kita seharian ga bertemu. (˘̩̩̩.....˘̩̩̩ƪ)

Tiap hari adek main pianika atau main stik drum gebuk2 apaan aja dan
kakak kebisingan lalu kakak marahin adek suruh berhenti. Kakak lupa
kalo dulu kakak seumuran adek ini juga suka pencet2 piano2an yg
suaranya lbh cempreng dari permainan pianika adek. Juga si Mega udah
gede sekarang, udah kelas 2 SMA tapi masih ga ngerti ini harus bagi2
tugas kerjaan rumah, bikin kesel aja. ( ˘̶̀• ̯•˘̶́")

Kakak senang kalo kita dirumah hari minggu, bercanda2, main sama2,
makan yang lahap apapun yang kakak masak. Kalo mama papa pulang, kita
ceria rumah udh rapi mama ga akan bawel, adek pijit2 papa ya. Kakak
mau setiap hari kita begini. (˘▿˘ʃƪ) Maka Kakak harus bisa
mengontrol emosi supaya ga ada lagi hujan airmata dipipi siapa2.
Kakak janji ga akan ada lagi insiden seperti itu. Kakak lah yang harus
berubah. Jadi contoh yang baik untuk kalian semua. Adik2ku, kakak
janji ga akan ada lagi teriakan2 galak kakak, asal kalian juga janji
jadi adik yang baik ya. Kakak sayang banget sama kalian semua. Kakak
memang sebel banget kalo kalian nakal, tapi tiap habis kakak marahin
kalian, rasanya heart breaking banget (˘̩̩̩__˘̩̩̩) liat kalian diam
dan tiba2 penurut. Kakak ga mau kalian terluka lagi. Bantu dan doain
kakak ya dek. \(˚̩̩̩_°̩̩̩")/ \("˚̩̩̩_°̩̩̩)/

Buat mega dan fauzi kesayangan kakak ♥ ♥

morning perpetual confession

I Have Anger Problems. You all the only one I can talk to. You are my
whole family. When I need to talk about my friends and complain about
everything you're there. When I'm sick or in pain you're there. No
matter what you're there. Even when the world judge and disparaging
me, you still believe and safe me. You give me the best.
You fought for me and I know it. When I would come to you crying you'd
hug me and tell me you loved me. But I'm sorry I'm so mean to you. I
admit I have anger problems but that's no excuse. I yell at you so
much my throat feels like it's about to bleed. I throw things at you
and make you break down to crying. I'd like to make up an excuse but I
can't. I don't have many friends, I don't have good achievement and I
feel alone so I
lash out at you. I remember every fight we've had. I messed anything.
I yell and I'd have smoke coming out of my ears. But you always end
up forgiving me. even without me asking for forgiveness. Even I don't
deserve it. And that's makes me feel guilty. You really do not know
how to hate me even know my behave like monster. I'm sorry for every
time I hurt you, I'm sorry. I'm not a perfect person. There's many
things I wish I didn't do. But I continue learning. I never meant to
do those things to you. I'm sorry that I hurt you. It's something I
must live with everyday. And all the pain I put you through. I wish
that I could take it all away. I'm sorry for everything ending this
way. I didn't mean to hurt you. I'm sorry that I made you cry. I
didn't want to hurt you. I'm sorry. I'm sorry that I made you cry. I
was shivering inside. I was swallowing my pain. And I know one thing.
I love you more then anyone else in the world by miles and I'd run
those millions of miles just to hug you. If only I could tell you this
to your face..You know I never hated
you. I love you guys :'-((((((((((












To: everyone that I've hurted
From: so mean monster

Rabu, 31 Oktober 2012

WARNING : LAGI PMS!

Sebelum menulis postingan terakhir tentang PMS, sebenarnya gw sendirinya pun sedang 'disiksa' PMS. PMS suck. Ah bete. Udah sejak beberapa hari yang lalu gw tau kalo gw sedang mengalami PMS. Dulu sih
gw masih belom bisa bedain mules sakit perut mau pup sama mules PMS. Kalo sekarang gampang buat gw tau kalo PMS sedang menyerang. Period gw itu akhir bulan. Kadang gw lupa sampe akhirnya ada yang super lembab dan lengket di (maap) celana dalam gw hehe keputihan berlebih ya namanya serta pegal-pegal udah cukup jadi pertanda PMS gw sudah datang. Kenapa mood swing ga gw jadiin salah satu tanda PMS gw? Karna ga harus PMS, mood gw udh swing dari sononya tiap hari. Ya, tiap hari mood gw cepet berubah2 dan sensitiiiiiip banget jadi orang. huh.

Kalo kata orang2, PMS bikin jadi super sensitip dan susah bgt buat ngontrol emosi. Tapi dengan tidak mau mengkambinghitamkan PMS hari ini aja gw ngabisin banyak kalori buat marah-marah dan sebel-sebelan. Yup gw sebentar lagi mau dapet. Mengenai mood swing tidak lantas menyebabkan gw cari pelampiasan emosi. Tapi yang namanya pegel-pegel dari kaki, tangan, kaku sebadan-badan dan ditambah kram perut ini loh, astagfirullah.. rasanya mau patah-patah deh itu pinggang. Perut juga yang rasanya gak karuan, penuh, kembung, kena dingin sedikit aja langsung mules. Arrrrgggghhhhhh..kalo udah begini berarti gw sukses kena PMS dan selang beberapa hari pasti si tamu bulanan itu datang. Gw bisa sedih banget, seneng banget, bete banget, dan cuek banget. Sampe kadang gw bingung, gw ini PMS apa emang sakit jiwa. Tiba-tiba aja gitu gw bete. Bete yang ga beralasan. Gw bisa bete ngeliat orang pegangan tangan. Gw bisa maki-maki mobil yang bikin gw susah nyebrang. Gw bisa sedih liat muka supir angkot yang mukanya penuh kerutan, berkesan susah payah cari duit capek untuk keluarganya. Gw bisa bentak-bentak sadis adek gw yang lagi berisik. Dan gw bisa kesel sama pacar gw gara-gara dia ga nanggepin kalo gw mau nyari ribut. entah sabar atau cuek alasannya. Iya, kadang gw pengen berantem gimana dong? Astagfirullah! Kesimpulannya yak, misal kalo "sangkakala" berbunyi saat gw lagi PMS, gw pasti left behind. :|

Omong-omong PMS, gw penasaran. Binatang PMS juga ga yah? Secara binatang betina itu juga ada datang bulan kan. Jadi mereka pasti bisa juga dong ya PMS. Ga kebayang aja gimana kebo PMS. Kalo ngeliat pantat pengennya nyeruduk, misalnya. Agak gawat ya. Kalo ayam ababil galau lagi PMS, pasti bakal lari-lari heboh ke tukang ayam sambil berkokok-kokok yang artinya, "Gw bete! Gw bete! Lo bunuh aja gw! Potong leher gw! Bakar! Goreng! Cincang!". Kalo babi lagi PMS, dia pasti lagi nangis sesenggukkan di kubangan meratapi lemak yang menggelayut diperutnya. Ga kebayang kalo macan PMS kan ya. Sadis pasti.

Ah PMS ternyata bikin gw mikir kemana-mana. Kalo gw sejujurnya emang ga terbiasa ngeluh2 kalo kesakitan gini. Sekalipun sakit atau sedih sebisa mungkin gw akan tetap ceria. Gw gak bakal bentar-bentar bilang ke pacar gw kalo gw pegel. Gw pengennya dia ngerti aja gitu dan bisa ikutan jaga mood gw saat itu. Tok. Tapi aa tuh cuek banget. Gw sampe sedih jadinya. Takut kalo nanti kalo dah nikah (tukan mikirnya kemana-mana) misal gw sakit, gw hamil, gw mual, gw pusing, gw pegel dicuekin juga. gw takut nanti gw dibilang pura2 sakit, nanti dibilang, dibilang tukang ngeluh, lebay dan manja apalagi disangka belagak sakit untuk cari perhatian. Ih kemana-mana banget deh pikiran gw ini. Ah jadi inget tadi gw nyubit dan mukul-mukul aa gara2 dia iseng godain gw yang lagi diem nahan emosi supaya ga labil. Dia dah ngelucu tapi muka gw tetep berlipet2 dan bertekuk2 ngga keruan. Yes, I'm definitely irritated, gw ga ada mood untuk ketawa ngga peduli selucu apa guyonannya saat itu. Ah maap sayang, lagian orang PMS digangguin sih! Udah aku diem aja malah makin digodain. Bagus sih dia mau bikin gw senyum lagi, walau emang ada sedikit kesan dia ga paham kehadiran PMS gw, at least dia paham kok kalo saat itu gw lagi kehilangan senyum gw dan dia berusaha untuk menghadirkannya lagi. :)
Dan yang penting tadi gw ga berkelanjutan bete nya. Gw bisa ngatur emosi dan Kita tetep ngobrol, makan bareng dan dibalik itu semua gw masih nahan sakit perut dan pegel-pegel itu. Huuu..semoga PMS gw udah berlalu, soalnya resmi dah berganti jadi first period sejak sore tadi. Masih pegel sebadan-badan sih gw..dari abis mandi sore gw bawa tiduran doang dikamar, lemes dan ngantuk tapi harus melek karna nungguin temen dateng mau ambil pesenan parfum. But, tetep aja pas temen dateng gw menyambut hangat dengan mata sayu dan loyo.
Sekarang capeknya kerasa banget. Gw rasa udah waktunya gw tidur. Okey, sekarang gw mau tidur aja deh. Semoga besok berkurang bahkan hilang pegel-pegel dan nyeri2 perutnya. Amien ya robbal alamin. Bye

Jumat, 26 Oktober 2012

Suatu saat gw akan masak ini !

lagi iseng cari resep makanan sehat buat anak kecil. tujuan gw utama buat adek gw, bukan anak yah. kan belum punya anak..haha. tapiiiiiiiiiii,, Omaygat..apa yang gw temukan... gambar bekal dihias lucu banget. terus mengakibatkan gw dengan beraninya searching gambar dengan kata kunci "bekal makan lucu untuk anak". aaaaaak lucu2 banget hasil gambar bekal makannya. semua gambar2 dibawah ini bikin gw gilak to the max. jadi pengen bikinin ini buaaaat anak sendiri. ah someday soon..ya someday soon.

ini dia gambar2 yang memikat hati gw. cekidooot.

eh maap salah upload. inimah bikin anak seumur hidup gamau makan kali. hehe

yang dibawah ini nih foto bekal yang memikat hati gw banget karna keunyuannya. cek this.







sumber : google